NAMA : Fuad Hasan
NIM : 111 411 012
KELAS : Reg IVa
MATA KULIAH : Mikro Konseling
1.
Attending
Attending adalah ungkapan verbal
dari konselor yang menyatakan bahwa ia siap untuk mendengarkan pembicaraan
konseli (proses konseling).
Contoh:
-
Bolehkah
kita memulai proses konselingnya sekarang ?
-
Apakah
anda benar-benar siap untuk melakukan hal ini ?
2.
Klarifikasi
Klarifikasi adalah salah satu
upaya dari seorang konselor untuk memperjelas pernyataan konseli yang bagi
seorang konselor masih belum terlalu jelas dan meragukan baginya (konselor).
Redaksi kalimat pembuka yang
sering dipakai oleh konselor dalam proses klarifikasi ini diantaranya adalah:
-
Sepertinya
yang anda maksudkan adalah .......
-
Saya
mengerti, jadi maksud perkataan anda adalah .......
Contoh:
Ki: “Semenjak kejadian itu saya
kehilangan segala-galanya, hanya ibu satu-satunya yang dekat dengan saya saat
ini”.
Ko: “Sepertinya yang anda
maksudkan adalah kejadian itu telah melenyapkan segalanya yang anda miliki”.
Pertanyaan:
1.
Apakah
isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
2.
Apa
pesan yang meragukan dari pernyataan tersebut ?
Jawab:
1. Isi pesan yang terkandung dalam
pernyataan konseli diatas adalah dia merasa sangat kehilangan dengan segala
yang ia miliki dari kejadian yang menimpa dirinya, dan hanya ibu satu-satunya
yang bersamanya saat ini.
2. Pesan yang meragukan dari
pernyataan tersebut adalah kejadian apa yang menimpa diri konseli.
3.
Paraphrase
Paraphrase
adalah penjelasan singkat yang digunakan oleh konselor untuk menyatakan kembali
pesan dasar yang disampaikan oleh konseli dengan menggunakan bahasa konselor,
hal ini dimaksudkan agar konselor lebih memahami apa yang disampaikan oleh
konseli.
Redaksi
kalimat yang sering digunakan oleh konselor pada tahap ini diantaranya adalah:
-
“Adakah
yang anda katakan bahwa ......”
-
“Saya
mengerti maksudmu bahwa .......”
-
“Dengan
kata lain ......”
-
“Pada
intinya ......”
Contoh
1:
Ki:
“Biasanya ia selalu senang dengan saya, tapi tiba-tiba saja ia memusushi saya”.
Ko:
“Saya mengerti maksud anda bahwa sikapnya sudah tidak seperti dulu lagi”.
Contoh
2:
Keluhan
seorang istri mengenai suaminya yang sudah mulai terlambat pulang kerja.
Ki:
“Saya heran dengan jam pulangnya saat ini, padahal tidak seperti biasanya dia
seperti ini”
Ko:
“Jadi pada intinya suami anda sudah sering terlambat pulang kerja”
Latihan:
Konseli
seorang ibu rumah tangga yang sedang mengalami masalah.
Ki:
“Saya bingung dengan diri saya saat ini. Apakah orang tua atau suami yang harus
saya pilih”
Pertanyaan:
1. Apa
isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
Jawab: Konseli merasa ragu dengan
pilihannya, antara orang tua dan suami yang harus ia pilih.
2. Bagaimana
rumusan respon yang sesuai untuk menyatakan kembali pesan dasar konseli ?
Jawab: Dengan kata lain anda merasa
sangat sulit dengan dengan keputusan yang nantinya anda buat.
4. Pemberian informasi
Pemberian
informasi yang dimaksud adalah upaya konselor dalam mengkomunikasikan data dan
fakta yang dibutuhkan oleh konseli. Hal tersebut sangat berguna bagi konseli
dalam mencapai tujuan konseling.
Contoh:
Konseli, sepasang
suami-istri yang memiliki anak berusia 4 tahun:
“Suami
berpendapat bahwa anak mereka harus dididik dengan tegas dan disiplin, tidak
seperti biasanya yang dilakukan oleh istrinya. Sementara istri berpendapat
bahwa anak-anak tidak perlu dididik dengan cara terlalu tegas, tetapi haru
dididik dengan cara memahami dan dengan mencintainya”. Suami istri tersebut
saling bertahan dengan pendapatnya masing-masing.
Pertanyaan:
1. Apa
isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli tersebut ?
2. Informasi
apakah yang perlu diberikan kepada konseli terkait dengan pernyataan yang
diungkapkan diatas ?
3. Dari
informasi tersebut, bagian-bagian manakah yang lebih penting untuk disampaikan
pada konseli ?
Jawab:
1. Pesan
yang terkandung dalam pernyataan tersebut adalah perbedaan pendapat/persepsi
anatara sepasang suami-istri yang tidak mau mengalah mengenai cara mendidik
anak.
2. Informasi
yang perlu diberikan adalah pola asuh anak yang baik dan benar dan disertai
dengan kekurangan serta kelebihannya.
3. Tata
cara yang baik tentang mendidik anak.
5
Menyimpulkan
(summarizing)
Menyimpulkan
adalah proses merangkum isi pernyataan yang telah disampaikan oleh oleh konseli
pada periode pertemuan tertentu kedalam tema-tema pokok.
Contoh redaksi kalimat
dalam tahap menyimpulkan ini adalah:
1. Jadi
masalahnya adalah kamu ingin bekerja tapi pekerjaan itu tidak mengganggu
kegiatan sekolahmu.
2. Dengan
demikian dapat saya katakan bahwa kamu inginmenjadi seseorang yang dapat
dipercaya oleh siapapun.
3. Baiklah,
dari pembicaraan kita sejak tadi dapat saya simpulkan bahwa kamu dapat belajar
dari kesalahan dan pengalaman yang kamu alami sebelumnya.
Contoh kasus:
Konseli (seorang
laki-laki usia 13 tahun)
“Saya tidak mengerti
mengapa orang tua saya tidak hidup bersama lagi. Saya tidak menyalahkan
siapa-siapa, namun hal ini sangat membingungkan saya”.
Kemudian konseli
melanjutkan pembicaraannya:
“Saya ingin mereka bisa
berkumpul lagi, tapi nampaknya mereka tidak bisa hidup bersama lagi, sebab
keduanya sering cekcok karena saya. Mungkin sayalah yang menjadi penebab mereka
tidak mau hidup bersama lagi”.
Pertanyaan:
1. Apa
yang menjadi pokok dari pernyataan konseli tersebut ?
2. Apakah
pengaruh pada diri konseli ?
3. Apa
kalimat awal yang sesuai untuk merangkum pernyataan konseli tersebut ? dan apa
respon koselor ?
Jawab:
1. Kebingungan
yang menimpa diri konseli terkait dengan berpisahnya kedua orang tuanya dan
merasa bahwa dialah penyebab dari semua itu.
2. Konseli
merasa dirinya sangat bersalah dengan berpisahnya kedua orang tuanya.
3. -
Kalimat yang sesuai adalah “Jadi pada intinya adalah kedua orang tuamu tidak
bersama lagi dan kamu merasa bahwa kamu adalah penyebabnya”
- Respon
konselor “Saya mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini, namun alangkah
baiknya jika kamu dapat mengumpulkan kedua orangtuamu dan mendiskusikan masalah
tersebut secara baik-baik.
6. Pengecekan
(Cheking Out)
Pengecekan
atau “cheking out” adalah langkah untuk membuktikan ketepatan perepsinya,
dengan cara mengajukan pertanyaan pada konseli atau mengajak konseli untuk
membicarakan kembali hal-hal tertentu sehubungan dengan pesan yang telah
disampaikan konseli.
Contoh
redaksi kalimatnya adalah:
1. Mari
kita bicarakan lagi tentang kejadian di rumah anda pada saat itu,
2. Bagaimana
perasaan anda pada saat terjadi keributan tersebut,
3. Saya
merasa bahwa anda masih bingung terkait dengan faktor penyebab terjadinya
keributan tersebut
4. Apakah
anda merasa bahwa segalanya dapat diselesaikan dengan kepala dingin
Contoh
kasus:
Konseli
(siswa usia 16 tahun)
“Sebelumya
saya sudah katakan pada orang tua saya bahwa saya tidak dapat bersaing dengan
siswa lain, kecuali jika saya hanya semata-mata bersekolah. Padahal saya harus
bekerja untuk membantu ekonomi keluarga”.
Pertanyaan:
1. Apa
isi peasan yang terkandung pada pernyataan diatas ?
2. Apakah
kata yang yang anda pilih untuk mengawali kalimat anda, guna menyatakan respon
anda atas pernyataan konseli tersebut ?
3. Rumusan
respon pengecekan yang cocok dengan pernyataan tersebut adalah ?
Jawab:
1. Konseli
yang bersekolah sambil bekerja untuk keluarga sehingga tidak dapat bersaing
dengan teman-temannya yang lain.
2. “Saya
mengerti maksud anda. Sebaiknya anda jelaskan kepada kedua orang tua anda
mengenai sekolah dan kerja anda, ataukah anda harus mampu untuk membagi waktu
antara keduanya, yaitu antara sekolah dengan kerja anda.
3. Saya
merasa bahwa anda msih bingung dengan sikap yang diambil oleh kedua orang tua
anda dan juga cara pembagian waktu antara sekolah dengan bekerja.
7. Pemeriksaan
(Probing)
Pemeriksaan
adalah upaya konselor melacak informasi dengan cara mengajukan pertanyaan. Dalam
proses ini sebaiknya didahului dengan respon pengungkapan (paraphrase) atau
respon refleksi perasaan.
Pertanyaan
yang digunakan dalam tahap ini adalah:
1. Apa
yang menyebabkan sehingga anda sudah tidak lagi berbicara dengan dia ?
2. Bagaimana
reaksi anda ketika bertemu dengannya ?
3. Kapan
terakhir kali anda saling berkomunikasi dengan dia ?
4. Diamanakah
terakhir kali anda dan dia bertemu ?
Contoh
kasus:
Konseli
(wanita berusia 17 tahun)
“Saya
tidak tahu dimana harus memulai pembicaraan ini. Percintaan saya dengan dia
gagal total, ibu saya baru-baru ini meninggal dan saya menghadapi banyak sekali
kesulitan”.
Pertanyaan:
Bagaimana
anda (sebagai konselor) menggunakan dan memulai probing ?
Jawab:
Saya
mengawali respon dengan respon paraphrase kemudian dilanjutkan dengan
pertanyaan yang diawali dengan kata “manakah ....?”
“Manakah
diantara masalah tersebut yang menurut anda sangat membebani anda ?”
8. Refleksi
perasaan
Refleksi perasaan adalah suatu cara
untuk menyatakan kembali perasaan yg telah disampikan konseli dengan kata-kata
konselor sendiri secara singkat.
Contoh
redaksi kalimat:
1. Kelihatannya
kamu sangat terpukul dengan kejadian tersebut,
2. Dari
pandangan saya, kamu benar-benar sangat kehilangan,
3. Tampaknya
kamu benar-benar sedih,
4. Kamu
merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu cintai.
9. Konfrontasi
Konfrontasi adalah respon konselor yang menggambarkan
adanya ketidaksesuaian atau pertentangan yang tekandung dalam pernyataan yang
diungkapkan konseli.
Contoh
kasus:
Konseli
(siswi SMK 1 jurusan akuntansi).
“Saya
ingin menjadi yang terpandai di kelas, dan saya ingin merayakan kelulusan saya
nanti dengan pesta yang meriah. Pesta sangat penting bagi saya dan selalu
menjadi pemikiran saya, adakalanya mengganggu kegiatan belajar saya”.
Respon
konfrontasi yang tepat adalah:
“Sepertinya
perasaan anda tidak sesuai denga ucapan anda, saya melihat adanya perbedaan
diantara keduanya.
10. Penafsiran
Penafsiran adalah kegiatan konselor
menafsirkan arti dan suatu keadaan/peristiwa yang terkandung dalam pernyataan
konseli agar ia dapat melihat permaslahannya dengan cara baru.
Contoh
kasus:
Konseli
(wanita berumur 22 tahun)
“Semuanya
membosankan, tidak ada hal yang baru, semua teman-teman saya telah pergi. Saya
ingin mempunya sejumlah uang untuk melakukan seusatu yang berbeda”.
Bagaimana
rumusan penafsiran yang cocok untuk pernyataan konseli tersebut ?
Jawab:
“Sepertinya
anda mulai merasa bosan dengan cara hidup anda yang sekarang sehingga anda
membutuhkan seusatu yang baru, buakankah seperti itu ?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar