Sabtu, 11 Mei 2013

Mikro Konseling


NAMA                                    : Fuad Hasan
NIM                            : 111 411 012
KELAS                       : Reg IVa
MATA KULIAH        : Mikro Konseling

1.        Attending
Attending adalah ungkapan verbal dari konselor yang menyatakan bahwa ia siap untuk mendengarkan pembicaraan konseli (proses konseling).
Contoh:
-       Bolehkah kita memulai proses konselingnya sekarang ?
-       Apakah anda benar-benar siap untuk melakukan hal ini ?

2.         Klarifikasi
Klarifikasi adalah salah satu upaya dari seorang konselor untuk memperjelas pernyataan konseli yang bagi seorang konselor masih belum terlalu jelas dan meragukan baginya (konselor).
Redaksi kalimat pembuka yang sering dipakai oleh konselor dalam proses klarifikasi ini diantaranya adalah:
-       Sepertinya yang anda maksudkan adalah .......
-       Saya mengerti, jadi maksud perkataan anda adalah .......
Contoh:
Ki: “Semenjak kejadian itu saya kehilangan segala-galanya, hanya ibu satu-satunya yang dekat dengan saya saat ini”.
Ko: “Sepertinya yang anda maksudkan adalah kejadian itu telah melenyapkan segalanya yang anda miliki”.
Pertanyaan:
1.    Apakah isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
2.    Apa pesan yang meragukan dari pernyataan tersebut ?
Jawab:
1.    Isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas adalah dia merasa sangat kehilangan dengan segala yang ia miliki dari kejadian yang menimpa dirinya, dan hanya ibu satu-satunya yang bersamanya saat ini.
2.    Pesan yang meragukan dari pernyataan tersebut adalah kejadian apa yang menimpa diri konseli.


3.         Paraphrase
Paraphrase adalah penjelasan singkat yang digunakan oleh konselor untuk menyatakan kembali pesan dasar yang disampaikan oleh konseli dengan menggunakan bahasa konselor, hal ini dimaksudkan agar konselor lebih memahami apa yang disampaikan oleh konseli.
Redaksi kalimat yang sering digunakan oleh konselor pada tahap ini diantaranya adalah:
-       “Adakah yang anda katakan bahwa ......”
-       “Saya mengerti maksudmu bahwa .......”
-       “Dengan kata lain ......”
-       “Pada intinya ......”
Contoh 1:
Ki: “Biasanya ia selalu senang dengan saya, tapi tiba-tiba saja ia memusushi saya”.
Ko: “Saya mengerti maksud anda bahwa sikapnya sudah tidak seperti dulu lagi”.
Contoh 2:
Keluhan seorang istri mengenai suaminya yang sudah mulai terlambat pulang kerja.
Ki: “Saya heran dengan jam pulangnya saat ini, padahal tidak seperti biasanya dia seperti ini”
Ko: “Jadi pada intinya suami anda sudah sering terlambat pulang kerja”
Latihan:
Konseli seorang ibu rumah tangga yang sedang mengalami masalah.
Ki: “Saya bingung dengan diri saya saat ini. Apakah orang tua atau suami yang harus saya pilih”
Pertanyaan:
1.    Apa isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
Jawab: Konseli merasa ragu dengan pilihannya, antara orang tua dan suami yang harus ia pilih.
2.    Bagaimana rumusan respon yang sesuai untuk menyatakan kembali pesan dasar konseli ?
Jawab: Dengan kata lain anda merasa sangat sulit dengan dengan keputusan yang nantinya anda buat.

4.    Pemberian informasi
Pemberian informasi yang dimaksud adalah upaya konselor dalam mengkomunikasikan data dan fakta yang dibutuhkan oleh konseli. Hal tersebut sangat berguna bagi konseli dalam mencapai tujuan konseling.
Contoh:
Konseli, sepasang suami-istri yang memiliki anak berusia 4 tahun:
“Suami berpendapat bahwa anak mereka harus dididik dengan tegas dan disiplin, tidak seperti biasanya yang dilakukan oleh istrinya. Sementara istri berpendapat bahwa anak-anak tidak perlu dididik dengan cara terlalu tegas, tetapi haru dididik dengan cara memahami dan dengan mencintainya”. Suami istri tersebut saling bertahan dengan pendapatnya masing-masing.
Pertanyaan:
1.    Apa isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli tersebut ?
2.    Informasi apakah yang perlu diberikan kepada konseli terkait dengan pernyataan yang diungkapkan diatas ?
3.    Dari informasi tersebut, bagian-bagian manakah yang lebih penting untuk disampaikan pada konseli ?
Jawab:
1.    Pesan yang terkandung dalam pernyataan tersebut adalah perbedaan pendapat/persepsi anatara sepasang suami-istri yang tidak mau mengalah mengenai cara mendidik anak.
2.    Informasi yang perlu diberikan adalah pola asuh anak yang baik dan benar dan disertai dengan kekurangan serta kelebihannya.
3.    Tata cara yang baik tentang mendidik anak.

5          Menyimpulkan (summarizing)
Menyimpulkan adalah proses merangkum isi pernyataan yang telah disampaikan oleh oleh konseli pada periode pertemuan tertentu kedalam tema-tema pokok.
Contoh redaksi kalimat dalam tahap menyimpulkan ini adalah:
1.    Jadi masalahnya adalah kamu ingin bekerja tapi pekerjaan itu tidak mengganggu kegiatan sekolahmu.
2.    Dengan demikian dapat saya katakan bahwa kamu inginmenjadi seseorang yang dapat dipercaya oleh siapapun.
3.    Baiklah, dari pembicaraan kita sejak tadi dapat saya simpulkan bahwa kamu dapat belajar dari kesalahan dan pengalaman yang kamu alami sebelumnya.
Contoh kasus:
Konseli (seorang laki-laki usia 13 tahun)
“Saya tidak mengerti mengapa orang tua saya tidak hidup bersama lagi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, namun hal ini sangat membingungkan saya”.
Kemudian konseli melanjutkan pembicaraannya:
“Saya ingin mereka bisa berkumpul lagi, tapi nampaknya mereka tidak bisa hidup bersama lagi, sebab keduanya sering cekcok karena saya. Mungkin sayalah yang menjadi penebab mereka tidak mau hidup bersama lagi”.
Pertanyaan:
1.    Apa yang menjadi pokok dari pernyataan konseli tersebut ?
2.    Apakah pengaruh pada diri konseli ?
3.    Apa kalimat awal yang sesuai untuk merangkum pernyataan konseli tersebut ? dan apa respon koselor ?
Jawab:
1.    Kebingungan yang menimpa diri konseli terkait dengan berpisahnya kedua orang tuanya dan merasa bahwa dialah penyebab dari semua itu.
2.    Konseli merasa dirinya sangat bersalah dengan berpisahnya kedua orang tuanya.
3.    - Kalimat yang sesuai adalah “Jadi pada intinya adalah kedua orang tuamu tidak bersama lagi dan kamu merasa bahwa kamu adalah penyebabnya”
-       Respon konselor “Saya mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini, namun alangkah baiknya jika kamu dapat mengumpulkan kedua orangtuamu dan mendiskusikan masalah tersebut secara baik-baik.

6.    Pengecekan (Cheking Out)
Pengecekan atau “cheking out” adalah langkah untuk membuktikan ketepatan perepsinya, dengan cara mengajukan pertanyaan pada konseli atau mengajak konseli untuk membicarakan kembali hal-hal tertentu sehubungan dengan pesan yang telah disampaikan konseli.
Contoh redaksi kalimatnya adalah:
1.    Mari kita bicarakan lagi tentang kejadian di rumah anda pada saat itu,
2.    Bagaimana perasaan anda pada saat terjadi keributan tersebut,
3.    Saya merasa bahwa anda masih bingung terkait dengan faktor penyebab terjadinya keributan tersebut
4.    Apakah anda merasa bahwa segalanya dapat diselesaikan dengan kepala dingin
Contoh kasus:
Konseli (siswa usia 16 tahun)
“Sebelumya saya sudah katakan pada orang tua saya bahwa saya tidak dapat bersaing dengan siswa lain, kecuali jika saya hanya semata-mata bersekolah. Padahal saya harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga”.
Pertanyaan:
1.    Apa isi peasan yang terkandung pada pernyataan diatas ?
2.    Apakah kata yang yang anda pilih untuk mengawali kalimat anda, guna menyatakan respon anda atas pernyataan konseli tersebut ?
3.    Rumusan respon pengecekan yang cocok dengan pernyataan tersebut adalah ?
Jawab:
1.    Konseli yang bersekolah sambil bekerja untuk keluarga sehingga tidak dapat bersaing dengan teman-temannya yang lain.
2.    “Saya mengerti maksud anda. Sebaiknya anda jelaskan kepada kedua orang tua anda mengenai sekolah dan kerja anda, ataukah anda harus mampu untuk membagi waktu antara keduanya, yaitu antara sekolah dengan kerja anda.
3.    Saya merasa bahwa anda msih bingung dengan sikap yang diambil oleh kedua orang tua anda dan juga cara pembagian waktu antara sekolah dengan bekerja.

7.    Pemeriksaan (Probing)
Pemeriksaan adalah upaya konselor melacak informasi dengan cara mengajukan pertanyaan. Dalam proses ini sebaiknya didahului dengan respon pengungkapan (paraphrase) atau respon refleksi perasaan.
Pertanyaan yang digunakan dalam tahap ini adalah:
1.    Apa yang menyebabkan sehingga anda sudah tidak lagi berbicara dengan dia ?
2.    Bagaimana reaksi anda ketika bertemu dengannya ?
3.    Kapan terakhir kali anda saling berkomunikasi dengan dia ?
4.    Diamanakah terakhir kali anda dan dia bertemu ?
Contoh kasus:
Konseli (wanita berusia 17 tahun)
“Saya tidak tahu dimana harus memulai pembicaraan ini. Percintaan saya dengan dia gagal total, ibu saya baru-baru ini meninggal dan saya menghadapi banyak sekali kesulitan”.
Pertanyaan:
Bagaimana anda (sebagai konselor) menggunakan dan memulai probing ?
Jawab:
Saya mengawali respon dengan respon paraphrase kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang diawali dengan kata “manakah ....?”
“Manakah diantara masalah tersebut yang menurut anda sangat membebani anda ?”

8.    Refleksi perasaan
Refleksi perasaan adalah suatu cara untuk menyatakan kembali perasaan yg telah disampikan konseli dengan kata-kata konselor sendiri secara singkat.
Contoh redaksi kalimat:
1.    Kelihatannya kamu sangat terpukul dengan kejadian tersebut,
2.    Dari pandangan saya, kamu benar-benar sangat kehilangan,
3.    Tampaknya kamu benar-benar sedih,
4.    Kamu merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu cintai.

9.    Konfrontasi
Konfrontasi adalah respon konselor yang menggambarkan adanya ketidaksesuaian atau pertentangan yang tekandung dalam pernyataan yang diungkapkan konseli.
Contoh kasus:
Konseli (siswi SMK 1 jurusan  akuntansi).
“Saya ingin menjadi yang terpandai di kelas, dan saya ingin merayakan kelulusan saya nanti dengan pesta yang meriah. Pesta sangat penting bagi saya dan selalu menjadi pemikiran saya, adakalanya mengganggu kegiatan belajar saya”.
Respon konfrontasi yang tepat adalah:
“Sepertinya perasaan anda tidak sesuai denga ucapan anda, saya melihat adanya perbedaan diantara keduanya.

10.  Penafsiran
Penafsiran adalah kegiatan konselor menafsirkan arti dan suatu keadaan/peristiwa yang terkandung dalam pernyataan konseli agar ia dapat melihat permaslahannya dengan cara baru.
Contoh kasus:
Konseli (wanita berumur 22 tahun)
“Semuanya membosankan, tidak ada hal yang baru, semua teman-teman saya telah pergi. Saya ingin mempunya sejumlah uang untuk melakukan seusatu yang berbeda”.
Bagaimana rumusan penafsiran yang cocok untuk pernyataan konseli tersebut ?
Jawab:
“Sepertinya anda mulai merasa bosan dengan cara hidup anda yang sekarang sehingga anda membutuhkan seusatu yang baru, buakankah seperti itu ?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar