BAB 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah swt, karena
hanya atas hidayah-nyalah akhirnya dapat
menyelesaikan tugas makalah walaupun hanya dalam bentuk sederhana .
Penulis menyadari bahwa sangat banyak tantangan dan rintangan yang
di hadapi dalam penulisan makalah ini, namun berkat dan bantuan dan kerja sama
dari berbagai pihak akhirnya semua itu dapat kami hadapi, untuk itu melalui
kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang
telah banyak membantuh kami baik dalam materi maupun material, sejak dari tahap
perencanaan, penyusunan, pengetikan, dan perampungan makalah ini.semoga segalah
bantuan yang telah di berikan akan mendapat balasan yang setimpal dari allah
swt.
Penulisan makalah ini
telah di upayakan kesempurnaannya , namun tidak dapat di pungkiri masih banyak kekeliruan di sana sini. Untuk itu
kritik dan saran yang konstrutif sangat kami nantikan dengan hati terbuka demi
kesempurnaan penulisan makalah pada masa yang akan datang .
Akhir kata semoga
makalah sederhana dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang sempat
membacanya.
Gorontalo
April, 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
…………………………………………………………………...............
DAFTAR
ISI.....................................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN .................................................................................................................
1.1 Latar belakang .............................................................................................................................
1.2 Rumusan masalah.........................................................................................................................
1.3 Tujuan penulisan .........................................................................................................................
1.4
Manfaat
penulisan .......................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN ...................................................................................................................
2.1 Komponen (struktur)program
bimbingan konseling ….................................................................
2.2 Pemecahan masalah .....................................................................................................................
BAB
III PENUTUP ..........................................................................................................................
3.1 Kesimpulan .................................................................................................................................
3.2 Saran ...........................................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Layanan konseling merupakan kegiatan yang terencana
berdasarkan pengukuran kebutuhan (need assesment) yang diwujudkan dalam bentuk
program bimbingan dan konseling di sekolah dapat disusun secara makro untuk
tiga tahun meso satu tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan
memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus program menjadi landasan yang jelas
terukur layanan professional yang diberikan oleh konselor di sekolah.
Layanan dasar bimbingan dan konseling dalam kurikulum
bimbingan juga memfasilitasi siswa agar siswa mampu mengembangkan pemahaman,
pengetahuan, keterampilan, bahasa, dan membentuk kepribadian yang baik,
konseling juga menciptakan lingkungan sosial sekolah yang kondusif sehhingga
para siswa bisa mengembangkan potensi dan pengetahuan secara optimal.
Layanan ini juga membantu semua siswa memperoleh
perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
keterampilan dasar dalam hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar
mereka mencapai hasil tugas-tugas perkembangannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan layanan dasar bimbingan dan konseling komponen (struktur)
program bimbingan dan konseling ?
2.
Apa
tujuan dari konsep dasar layanan bimbingan dan konseling ?
1.3
Tujuan Penulisan
1.
Memperoleh
gambaran tentang maksud dari layanan dasar konsep bimbingan dan konseling.
2.
Memeperoleh
gambaran tentang tujuan atau struktur program bimbingan dan konseling.
1.4 Manfaat Penulisan
Dalam pennyusunan
makalah ini adalah salah satu pelengkap tugas mata kuliah bimbingan dan
konseling sosial, dan juga salah satu keterampilan menulis dalam membuat
makalah ilmiah yang mencakup pengertian bimbingan dan konseling sosial dan
penyusunan struktur (program) agar dimana siswa terfasilitasi oleh adanya
program bimbingan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Komponen
(Struktur) Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Struktur program
bimbingan diklasifikasikan kedalam empat jenis layanan yaitu: (a) layanan dasar
bimbingan; (b) layanan responsif; (c) layanan perencanaan individual, dan (d)
layanan dukungan sistem.
A.
Layanan
Dasar Bimbingan
1.
pengertian
Layanan dasar bimbingan
diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua sissa (for all) melalui kegiatan-kegiatan
secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka
membantu perkembangan dirinya secara optimal.
2.
Tujuan
Layanan ini bertujuan
untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki
mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata
lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Secara rinci tujuan layanan dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar:
(1) memiliki kesadaran (pemahaman)ntentang diri dan lingkungannya (pendidikan,
pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk
mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi
penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi
kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
3.
Materi
Untuk mencapai tujuan
tersebut, kepada siswa disajikan materi layanan yang menyangkut aspek-aspek
pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan uapaya
membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Materi layanan dasar
bimbingan dapat diambil dari berbagai sumber, seperti majalah, buku, dan koran.
Materi yang diberikan,disamping maalah yang menyangkut pengembangan
sosial-pribadi, dan belajar, juga materi yang dipandang utama bagi siswa
SLTP/SLTA, yaitu yang menyangkut karir. Materi-materi tersebut, diantaranya :
(a) fungsi agama bagi kehidupan, (b) pemantapan pilihan program studi, (c)
keterampppilan kerja professional, (d) kesiapan pribadi (fisik-psikis,
jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (e) perkembangan dunia kerja,
(f) iklim kehidupan dunia kerja, (g) cara melamar pekerjaan, (h) kasus-kasus
kriminalitas, (i) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (j) dampak
pergaulan bebas. Materi lainnya yang dapat diberikan kepada para siswa adalah sebagai berikut:
1.
Pengembangan self-esteem
2.
Pengembangan motif
berprestasi
3.
Keterampilan pengambilan
keputusan
4.
Keterampilan pemecahan
masalah
5.
Keterampilan hubungan
antar pribadi atau berkomunikasi
6.
Memahami keragaman
lintas budaya
7.
Perilaku yang
bertanggung jawab
B. Layanan Responsif
1.
Pengertian
Layanan responsif
merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah
yang memerlukan pertolongan dengan segera.
2.
Tujuan
Tujjuan layanan
responsive adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan
memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan,
kegagalan dalam mencapai tugas-tugas pperkembangannya.
Tujuan layanan ini dapat juga
dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian
pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan
masalah sosial-pribadi, karir, dan atau pengembangan masalah pengembangan
pendidikan
3.
Materi
Materi layanan responsif bergantung
kepada masalah atau kebutuhan siswa. Masalah dan kebutuhansiswa berkaitan
dengan keinginan untuk memahami tentang suatu hal karena diipadang penting bagi perkembangan
dirinya yang positif. Kebutuhan ini seperti keinginan untuk memperoleh
informasi tentang bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan
bebas dan sebagainya.
Masalah siswa lainnya adalah yang
berkaitan dengan berbagai hal yang dialami atau dirasakan mengganggu kenyamanan
hidupnya atau menghambat perkembangan dirinya yang positif, karena tidak
terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Masalah siswa pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat
dipahami melalui gejala-gejala prilaku yang ditampilkannya.
Maslah (gejala masalah ) yang mungkin
dialami siswa diantaranya: (a) merasa cemas tentang masa depan, (b) merasa
rendah hati, (c) prilaku infulsif (kekanak-kanakan atau melakukan suatu tanpa
mempertimbangkannya secara matang), (d) membolos dari sekolah, (e) malas
belajar, (f) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (g) kurang bisa
bergaul, (h) prestasi belajar rendah, (i) malas beribadah, (j) malas bergaul bebas (free seks), (k) masalah
tauran, (l) manajmen stress dan (m) malas dalam keluarga.
Untuk memahami kebutuhan dan masalah
siswa dapat ditempuh dengan cara menganalisis data siswa, baik yang bersumber
dari infentori tugas-tugas berkembang (ITP), angket siswa, wawancara,
observasi, sosiometri, daftar hadir siswa, leger, psikotes dan daftar masalah siswa atau alat
ungkap masalah (AUM).
C. Layanan perencanaan
individual
1.
Pengertian
Layanan ini diartikan”
proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktifitas yang
berkaitan dengan perencanaan masa depannya. Berdasarkan pemahaman akan
kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan
yang tersedia dilingkungannya”.
2.
Tujuan
Layanan perencanaan
individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu
merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya,
baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat
melakukan kegiatan berdasrkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang kelak
dirumuskannya.
Tujuan layanan
perencanaan individumeral ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya
memfasilitasisisswa untuk merencanakan, memonitordan mengelola rencana
pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Isi
atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa
untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendir. Dengan
demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa,
layanan yang diberikanlebih bersifat individual karena didasrkanatas
perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa.
Melalui layanan perencanaan individual, siswa dapat :
a. Mempersiapkan
diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan
kemampuaan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya,
informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakat.
b. Menganalisis
kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
c. Mengukur
tingkat pencapaian tujuan dirinya.
d. Mengambil
keputusan yang merelefsikan perencanaan dirinya.
3.
Materi
Materi layanan
perencanaan individual berkaitan eratdengan pengembangan aspek akademik, karir,
dan sosial-pribadi. Materi pengembangan aspek (akademik) meliputi: memanfaatkan
keterampilan belajar, melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan
jurusan, memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat, dan mamahami nilai
belajar sepanjang hayat; (b) karir meliputi: mengeksplorasi peluang-peluang
karir, mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan, memahami kebutuhan untuk
kebiasaan bekerja yang positif; dan (c) sosial-pribadi meliputi: pengembangan
konsep diri yang positif, dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif.
D. Layanan dukungan sistem
Ketiga komponen program,
merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan
sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak
langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan siswa. Dukungan siswa adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang
bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan
secara menyeluruh melalui pengembangan
professional; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang
lebih luas; manajmen program; penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990).
Program ini memberikan dukungan kepada
guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan layanan diatas. Sedangkan
bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar pemyelenggaraan
program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem meliputi dua aspek yaitu: (1)
pemberian layanan, dan (2) kegiatan manajemen.
1.
Pemberian
layanan konsultasi/kolaborasi
Pemberian layanan
menyangkut kegiatan guru pembimbing
(konselor) yang meliputi (a)
konsultasi dengan guru-guru, (b) menyelenggarakan program kerjasama dengan
orang tua atau masyarakat, (c) berpartisipasi dalam merencanakan
kegiatan-kegiatan sekolah, (d) bekerjasama dengan personel sekolah lainnya
dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan
siswa, (e) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat
dengan bimbingan dan konseling.
2.2
Kegiatan
manajemen
Kegiatan manajemen
merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu
program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (a) pengembangan
program, (b) pengembangan staf, (c) pemanfaatan sumber daya, dan (d)
pengembangan penataan kebijakan.
Secara operasional program disusun
secara sistematis sebagai berikut:
a. Rasional
berisi latar belakang penyusunan program bimbingan didasarkan atas landasan
kkonseptual, hokum maupun empiric.
b. Visi
dan misi, berisi harapan yang diinginkan dari layanan BK yang mendukung visi,
misi dan tujuan sekolah
c. Kebutuhan
layanan bimbingan, berisi data kebutuhan siswa, pendidik dan institusi terhadap
layanan bimbingan. Data diperoleh dengan mempergunakan instrument yang dapat
dipertanggungjawabkan
d. Tujuan,
berdasarkan kebutuhan ditetapkan kompetensi yang dicapai siswa berdasarkan
perkembangan
e. Komponen
program: (1) layanan dasar, program yang secar umum dibutuhkan oleh seluruh
siswa pertingkatan kelas; (2) layanan responsif, program yang secara khusus
dibutuhkan untuk membantu para siswa yang memerlukan layanan bantuan khusu; (3)
layanan perencanaan individual, program yang memfasilitasi seluruh siswa
memiliki kemampuan mengelola diri dan merancang masa depan; dan (4) dukungan sistem, kebijakan yang
mendukung keterlaksanaan program, program jejaring baik internal sekolah maupun
eksternal.
f. Rencana
operasional kegiatan
g. Pengembangan
tema atau topic (silabus layanan)
h. Pengembangan
satuan layanan bimbingan
i.
evaluasi
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpilan
layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan
kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan
klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu
perkembangan dirinya secara optimal.
Sedangkan program “struktur” bimbingan konseling sekolah adalah
struktur program yang mengklasifikasikan kedalam empat jenis layanan yaitu:
1.
layanan dasar bimbingan
2.
layanan responsive
3.
layanan perencanaan individual
4.
layanan dukungan sistem
tujuan konsep dasar konseling adalah bertujuan untuk membantu siswa
agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan
memperoleh keterampilan dasar dalam hidupnya, atau dengan kata lain membantu
siswa agar mereka mencapai tugas-tugas perkembangannya.
3.2
Saran
Dalam pemahaman
kurikulum ini secara menyeluruh maka perlu adanya pelatihan yang dilakukan
terhadap guru-guru siswa, selain itu dapat mengoptimalkan peran dan fungsi
bimbingan dan konseling.
DAFTAR
PUSTAKA
Depdiknas.
2008. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Syamsu,
Yusuf . 2006. Bimbingan Konseling Di
Sekolah. Bandung: Maulana
SOAL
Komponen
(Struktur)Program Bimbingan Konseling
Jawablah Soal Esay ini dengan benar .
- Sebutkan empat jenis layanan dari struktur program bimbingan
- Jelaskan tujuan dari layanan dasar bimbingan
- Jelaskan menurut pendapat anda apa yang dimaksud dengan layanan dasar bimbingan
- Jelaskan pengertian dari perencanaan individual
- Jelaskan tujuan dari layanan perencanaan individual
Selamat
berkerja.