Sabtu, 11 Mei 2013

Layanan Dasar



BAB 1
KATA PENGANTAR

Puji syukur  kami panjatkan kehadirat allah swt, karena hanya atas hidayah-nyalah akhirnya  dapat menyelesaikan tugas makalah walaupun hanya dalam bentuk sederhana .
Penulis menyadari  bahwa sangat banyak tantangan dan rintangan yang di hadapi dalam penulisan makalah ini, namun berkat dan bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak akhirnya semua itu dapat kami hadapi, untuk itu melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantuh kami baik dalam materi maupun material, sejak dari tahap perencanaan, penyusunan, pengetikan, dan perampungan makalah ini.semoga segalah bantuan yang telah di berikan akan mendapat balasan yang setimpal dari allah swt.
Penulisan makalah ini telah di upayakan kesempurnaannya , namun tidak dapat di pungkiri masih  banyak kekeliruan di sana sini. Untuk itu kritik dan saran yang konstrutif sangat kami nantikan dengan hati terbuka demi kesempurnaan penulisan makalah pada masa yang akan datang .
Akhir kata semoga makalah sederhana dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang sempat membacanya.

Gorontalo        April,  2012

Penulis







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………...............
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................
1.1  Latar belakang .............................................................................................................................
1.2  Rumusan masalah.........................................................................................................................
1.3  Tujuan penulisan .........................................................................................................................
1.4  Manfaat penulisan .......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................................................
2.1 Komponen (struktur)program bimbingan konseling ….................................................................
2.2 Pemecahan masalah .....................................................................................................................
BAB III PENUTUP ..........................................................................................................................
3.1 Kesimpulan .................................................................................................................................
3.2 Saran ...........................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Layanan konseling merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need assesment) yang diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling di sekolah dapat disusun secara makro untuk tiga tahun meso satu tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus program menjadi landasan yang jelas terukur layanan professional yang diberikan oleh konselor di sekolah.
Layanan dasar bimbingan dan konseling dalam kurikulum bimbingan juga memfasilitasi siswa agar siswa mampu mengembangkan pemahaman, pengetahuan, keterampilan, bahasa, dan membentuk kepribadian yang baik, konseling juga menciptakan lingkungan sosial sekolah yang kondusif sehhingga para siswa bisa mengembangkan potensi dan pengetahuan secara optimal.
Layanan ini juga membantu semua siswa memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar dalam hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka mencapai hasil tugas-tugas perkembangannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan layanan dasar bimbingan dan konseling komponen (struktur) program bimbingan dan konseling ?
2.      Apa tujuan dari konsep dasar layanan bimbingan dan konseling ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.      Memperoleh gambaran tentang maksud dari layanan dasar konsep bimbingan dan konseling.
2.      Memeperoleh gambaran tentang tujuan atau struktur program bimbingan dan konseling.

1.4 Manfaat Penulisan
Dalam pennyusunan makalah ini adalah salah satu pelengkap tugas mata kuliah bimbingan dan konseling sosial, dan juga salah satu keterampilan menulis dalam membuat makalah ilmiah yang mencakup pengertian bimbingan dan konseling sosial dan penyusunan struktur (program) agar dimana siswa terfasilitasi oleh adanya program bimbingan.   
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Komponen (Struktur) Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Struktur program bimbingan diklasifikasikan kedalam empat jenis layanan yaitu: (a) layanan dasar bimbingan; (b) layanan responsif; (c) layanan perencanaan individual, dan (d) layanan dukungan sistem.
A.    Layanan Dasar Bimbingan
1.      pengertian
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua sissa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal.

2.      Tujuan
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar: (1) memiliki kesadaran (pemahaman)ntentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya  dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

3.      Materi
Untuk mencapai tujuan tersebut, kepada siswa disajikan materi layanan yang menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan uapaya membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Materi layanan dasar bimbingan dapat diambil dari berbagai sumber, seperti majalah, buku, dan koran. Materi yang diberikan,disamping maalah yang menyangkut pengembangan sosial-pribadi, dan belajar, juga materi yang dipandang utama bagi siswa SLTP/SLTA, yaitu yang menyangkut karir. Materi-materi tersebut, diantaranya : (a) fungsi agama bagi kehidupan, (b) pemantapan pilihan program studi, (c) keterampppilan kerja professional, (d) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (e) perkembangan dunia kerja, (f) iklim kehidupan dunia kerja, (g) cara melamar pekerjaan, (h) kasus-kasus kriminalitas, (i) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (j) dampak pergaulan bebas. Materi lainnya yang dapat diberikan  kepada para siswa adalah sebagai berikut:
1.        Pengembangan self-esteem
2.        Pengembangan motif berprestasi
3.        Keterampilan pengambilan keputusan
4.        Keterampilan pemecahan masalah
5.        Keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi
6.        Memahami keragaman lintas budaya
7.        Perilaku yang bertanggung jawab

B.     Layanan   Responsif

1.      Pengertian
Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera.

2.      Tujuan
Tujjuan layanan responsive adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas pperkembangannya.
Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau pengembangan masalah pengembangan pendidikan



3.      Materi
Materi layanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan siswa. Masalah dan kebutuhansiswa berkaitan dengan keinginan untuk memahami tentang suatu hal  karena diipadang penting bagi perkembangan dirinya yang positif. Kebutuhan ini seperti keinginan untuk memperoleh informasi tentang bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas dan sebagainya.

Masalah siswa lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dialami atau dirasakan mengganggu kenyamanan hidupnya atau menghambat perkembangan dirinya yang positif, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Masalah siswa pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala prilaku yang ditampilkannya.
Maslah (gejala masalah ) yang mungkin dialami siswa diantaranya: (a) merasa cemas tentang masa depan, (b) merasa rendah hati, (c) prilaku infulsif (kekanak-kanakan atau melakukan suatu tanpa mempertimbangkannya secara matang), (d) membolos dari sekolah, (e) malas belajar, (f) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (g) kurang bisa bergaul, (h) prestasi belajar rendah, (i) malas beribadah, (j)  malas bergaul bebas (free seks), (k) masalah tauran, (l) manajmen stress dan (m) malas dalam keluarga.

Untuk memahami kebutuhan dan masalah siswa dapat ditempuh dengan cara menganalisis data siswa, baik yang bersumber dari infentori tugas-tugas berkembang (ITP), angket siswa, wawancara, observasi, sosiometri, daftar hadir siswa, leger,  psikotes dan daftar masalah siswa atau alat ungkap masalah (AUM).

C.     Layanan perencanaan individual
1.      Pengertian
Layanan ini diartikan” proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktifitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya. Berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia dilingkungannya”.


2.      Tujuan
Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman  tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasrkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang kelak dirumuskannya.
Tujuan layanan perencanaan individumeral ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasisisswa untuk merencanakan, memonitordan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendir. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa, layanan yang diberikanlebih bersifat individual karena didasrkanatas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa. Melalui layanan perencanaan individual, siswa dapat :
a.    Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuaan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakat.
b.    Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
c.    Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
d.   Mengambil keputusan yang merelefsikan perencanaan dirinya.

3.      Materi
Materi layanan perencanaan individual berkaitan eratdengan pengembangan aspek akademik, karir, dan sosial-pribadi. Materi pengembangan aspek (akademik) meliputi: memanfaatkan keterampilan belajar, melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan, memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat, dan mamahami nilai belajar sepanjang hayat; (b) karir meliputi: mengeksplorasi peluang-peluang karir, mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan, memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif; dan (c) sosial-pribadi meliputi: pengembangan konsep diri yang positif, dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif.
D.    Layanan dukungan sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan siswa adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh  melalui pengembangan professional; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan  guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajmen program; penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990).

Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan layanan diatas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar pemyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem meliputi dua aspek yaitu: (1) pemberian layanan, dan (2) kegiatan manajemen.

1.      Pemberian layanan konsultasi/kolaborasi
Pemberian layanan menyangkut kegiatan guru pembimbing  (konselor)  yang meliputi (a) konsultasi dengan guru-guru, (b) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat, (c) berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah, (d) bekerjasama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, (e) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling.

2.2  Kegiatan manajemen
Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (a) pengembangan program, (b) pengembangan staf, (c) pemanfaatan sumber daya, dan (d) pengembangan penataan kebijakan.
Secara operasional program disusun secara sistematis sebagai berikut:
a.       Rasional berisi latar belakang penyusunan program bimbingan didasarkan atas landasan kkonseptual, hokum maupun empiric.
b.      Visi dan misi, berisi harapan yang diinginkan dari layanan BK yang mendukung visi, misi dan tujuan sekolah
c.       Kebutuhan layanan bimbingan, berisi data kebutuhan siswa, pendidik dan institusi terhadap layanan bimbingan. Data diperoleh dengan mempergunakan instrument yang dapat dipertanggungjawabkan
d.      Tujuan, berdasarkan kebutuhan ditetapkan kompetensi yang dicapai siswa berdasarkan perkembangan
e.       Komponen program: (1) layanan dasar, program yang secar umum dibutuhkan oleh seluruh siswa pertingkatan kelas; (2) layanan responsif, program yang secara khusus dibutuhkan untuk membantu para siswa yang memerlukan layanan bantuan khusu; (3) layanan perencanaan individual, program yang memfasilitasi seluruh siswa memiliki kemampuan mengelola diri dan merancang masa depan;  dan (4) dukungan sistem, kebijakan yang mendukung keterlaksanaan program, program jejaring baik internal sekolah maupun eksternal.
f.       Rencana operasional kegiatan
g.      Pengembangan tema atau topic (silabus layanan)
h.      Pengembangan satuan layanan bimbingan
i.        evaluasi









BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpilan
layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal.
Sedangkan program “struktur” bimbingan konseling sekolah adalah struktur program yang mengklasifikasikan kedalam empat jenis layanan yaitu:
1.      layanan dasar bimbingan
2.      layanan responsive
3.      layanan perencanaan individual
4.      layanan dukungan sistem
tujuan konsep dasar konseling adalah bertujuan untuk membantu siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar dalam hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka mencapai tugas-tugas perkembangannya.

3.2 Saran
Dalam pemahaman kurikulum ini secara menyeluruh maka perlu adanya pelatihan yang dilakukan terhadap guru-guru siswa, selain itu dapat mengoptimalkan peran dan fungsi bimbingan dan konseling.




DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2008. Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Syamsu, Yusuf . 2006. Bimbingan Konseling Di Sekolah. Bandung: Maulana






















SOAL
Komponen (Struktur)Program Bimbingan Konseling

 Jawablah Soal Esay  ini dengan benar .

  1. Sebutkan empat jenis layanan dari struktur program bimbingan
  2. Jelaskan tujuan dari layanan dasar bimbingan
  3. Jelaskan menurut pendapat anda apa yang dimaksud dengan layanan dasar bimbingan
  4. Jelaskan pengertian dari perencanaan individual
  5. Jelaskan tujuan dari layanan perencanaan individual





Selamat berkerja.

Mikro Konseling


NAMA                                    : Fuad Hasan
NIM                            : 111 411 012
KELAS                       : Reg IVa
MATA KULIAH        : Mikro Konseling

1.        Attending
Attending adalah ungkapan verbal dari konselor yang menyatakan bahwa ia siap untuk mendengarkan pembicaraan konseli (proses konseling).
Contoh:
-       Bolehkah kita memulai proses konselingnya sekarang ?
-       Apakah anda benar-benar siap untuk melakukan hal ini ?

2.         Klarifikasi
Klarifikasi adalah salah satu upaya dari seorang konselor untuk memperjelas pernyataan konseli yang bagi seorang konselor masih belum terlalu jelas dan meragukan baginya (konselor).
Redaksi kalimat pembuka yang sering dipakai oleh konselor dalam proses klarifikasi ini diantaranya adalah:
-       Sepertinya yang anda maksudkan adalah .......
-       Saya mengerti, jadi maksud perkataan anda adalah .......
Contoh:
Ki: “Semenjak kejadian itu saya kehilangan segala-galanya, hanya ibu satu-satunya yang dekat dengan saya saat ini”.
Ko: “Sepertinya yang anda maksudkan adalah kejadian itu telah melenyapkan segalanya yang anda miliki”.
Pertanyaan:
1.    Apakah isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
2.    Apa pesan yang meragukan dari pernyataan tersebut ?
Jawab:
1.    Isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas adalah dia merasa sangat kehilangan dengan segala yang ia miliki dari kejadian yang menimpa dirinya, dan hanya ibu satu-satunya yang bersamanya saat ini.
2.    Pesan yang meragukan dari pernyataan tersebut adalah kejadian apa yang menimpa diri konseli.


3.         Paraphrase
Paraphrase adalah penjelasan singkat yang digunakan oleh konselor untuk menyatakan kembali pesan dasar yang disampaikan oleh konseli dengan menggunakan bahasa konselor, hal ini dimaksudkan agar konselor lebih memahami apa yang disampaikan oleh konseli.
Redaksi kalimat yang sering digunakan oleh konselor pada tahap ini diantaranya adalah:
-       “Adakah yang anda katakan bahwa ......”
-       “Saya mengerti maksudmu bahwa .......”
-       “Dengan kata lain ......”
-       “Pada intinya ......”
Contoh 1:
Ki: “Biasanya ia selalu senang dengan saya, tapi tiba-tiba saja ia memusushi saya”.
Ko: “Saya mengerti maksud anda bahwa sikapnya sudah tidak seperti dulu lagi”.
Contoh 2:
Keluhan seorang istri mengenai suaminya yang sudah mulai terlambat pulang kerja.
Ki: “Saya heran dengan jam pulangnya saat ini, padahal tidak seperti biasanya dia seperti ini”
Ko: “Jadi pada intinya suami anda sudah sering terlambat pulang kerja”
Latihan:
Konseli seorang ibu rumah tangga yang sedang mengalami masalah.
Ki: “Saya bingung dengan diri saya saat ini. Apakah orang tua atau suami yang harus saya pilih”
Pertanyaan:
1.    Apa isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli diatas ?
Jawab: Konseli merasa ragu dengan pilihannya, antara orang tua dan suami yang harus ia pilih.
2.    Bagaimana rumusan respon yang sesuai untuk menyatakan kembali pesan dasar konseli ?
Jawab: Dengan kata lain anda merasa sangat sulit dengan dengan keputusan yang nantinya anda buat.

4.    Pemberian informasi
Pemberian informasi yang dimaksud adalah upaya konselor dalam mengkomunikasikan data dan fakta yang dibutuhkan oleh konseli. Hal tersebut sangat berguna bagi konseli dalam mencapai tujuan konseling.
Contoh:
Konseli, sepasang suami-istri yang memiliki anak berusia 4 tahun:
“Suami berpendapat bahwa anak mereka harus dididik dengan tegas dan disiplin, tidak seperti biasanya yang dilakukan oleh istrinya. Sementara istri berpendapat bahwa anak-anak tidak perlu dididik dengan cara terlalu tegas, tetapi haru dididik dengan cara memahami dan dengan mencintainya”. Suami istri tersebut saling bertahan dengan pendapatnya masing-masing.
Pertanyaan:
1.    Apa isi pesan yang terkandung dalam pernyataan konseli tersebut ?
2.    Informasi apakah yang perlu diberikan kepada konseli terkait dengan pernyataan yang diungkapkan diatas ?
3.    Dari informasi tersebut, bagian-bagian manakah yang lebih penting untuk disampaikan pada konseli ?
Jawab:
1.    Pesan yang terkandung dalam pernyataan tersebut adalah perbedaan pendapat/persepsi anatara sepasang suami-istri yang tidak mau mengalah mengenai cara mendidik anak.
2.    Informasi yang perlu diberikan adalah pola asuh anak yang baik dan benar dan disertai dengan kekurangan serta kelebihannya.
3.    Tata cara yang baik tentang mendidik anak.

5          Menyimpulkan (summarizing)
Menyimpulkan adalah proses merangkum isi pernyataan yang telah disampaikan oleh oleh konseli pada periode pertemuan tertentu kedalam tema-tema pokok.
Contoh redaksi kalimat dalam tahap menyimpulkan ini adalah:
1.    Jadi masalahnya adalah kamu ingin bekerja tapi pekerjaan itu tidak mengganggu kegiatan sekolahmu.
2.    Dengan demikian dapat saya katakan bahwa kamu inginmenjadi seseorang yang dapat dipercaya oleh siapapun.
3.    Baiklah, dari pembicaraan kita sejak tadi dapat saya simpulkan bahwa kamu dapat belajar dari kesalahan dan pengalaman yang kamu alami sebelumnya.
Contoh kasus:
Konseli (seorang laki-laki usia 13 tahun)
“Saya tidak mengerti mengapa orang tua saya tidak hidup bersama lagi. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, namun hal ini sangat membingungkan saya”.
Kemudian konseli melanjutkan pembicaraannya:
“Saya ingin mereka bisa berkumpul lagi, tapi nampaknya mereka tidak bisa hidup bersama lagi, sebab keduanya sering cekcok karena saya. Mungkin sayalah yang menjadi penebab mereka tidak mau hidup bersama lagi”.
Pertanyaan:
1.    Apa yang menjadi pokok dari pernyataan konseli tersebut ?
2.    Apakah pengaruh pada diri konseli ?
3.    Apa kalimat awal yang sesuai untuk merangkum pernyataan konseli tersebut ? dan apa respon koselor ?
Jawab:
1.    Kebingungan yang menimpa diri konseli terkait dengan berpisahnya kedua orang tuanya dan merasa bahwa dialah penyebab dari semua itu.
2.    Konseli merasa dirinya sangat bersalah dengan berpisahnya kedua orang tuanya.
3.    - Kalimat yang sesuai adalah “Jadi pada intinya adalah kedua orang tuamu tidak bersama lagi dan kamu merasa bahwa kamu adalah penyebabnya”
-       Respon konselor “Saya mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini, namun alangkah baiknya jika kamu dapat mengumpulkan kedua orangtuamu dan mendiskusikan masalah tersebut secara baik-baik.

6.    Pengecekan (Cheking Out)
Pengecekan atau “cheking out” adalah langkah untuk membuktikan ketepatan perepsinya, dengan cara mengajukan pertanyaan pada konseli atau mengajak konseli untuk membicarakan kembali hal-hal tertentu sehubungan dengan pesan yang telah disampaikan konseli.
Contoh redaksi kalimatnya adalah:
1.    Mari kita bicarakan lagi tentang kejadian di rumah anda pada saat itu,
2.    Bagaimana perasaan anda pada saat terjadi keributan tersebut,
3.    Saya merasa bahwa anda masih bingung terkait dengan faktor penyebab terjadinya keributan tersebut
4.    Apakah anda merasa bahwa segalanya dapat diselesaikan dengan kepala dingin
Contoh kasus:
Konseli (siswa usia 16 tahun)
“Sebelumya saya sudah katakan pada orang tua saya bahwa saya tidak dapat bersaing dengan siswa lain, kecuali jika saya hanya semata-mata bersekolah. Padahal saya harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga”.
Pertanyaan:
1.    Apa isi peasan yang terkandung pada pernyataan diatas ?
2.    Apakah kata yang yang anda pilih untuk mengawali kalimat anda, guna menyatakan respon anda atas pernyataan konseli tersebut ?
3.    Rumusan respon pengecekan yang cocok dengan pernyataan tersebut adalah ?
Jawab:
1.    Konseli yang bersekolah sambil bekerja untuk keluarga sehingga tidak dapat bersaing dengan teman-temannya yang lain.
2.    “Saya mengerti maksud anda. Sebaiknya anda jelaskan kepada kedua orang tua anda mengenai sekolah dan kerja anda, ataukah anda harus mampu untuk membagi waktu antara keduanya, yaitu antara sekolah dengan kerja anda.
3.    Saya merasa bahwa anda msih bingung dengan sikap yang diambil oleh kedua orang tua anda dan juga cara pembagian waktu antara sekolah dengan bekerja.

7.    Pemeriksaan (Probing)
Pemeriksaan adalah upaya konselor melacak informasi dengan cara mengajukan pertanyaan. Dalam proses ini sebaiknya didahului dengan respon pengungkapan (paraphrase) atau respon refleksi perasaan.
Pertanyaan yang digunakan dalam tahap ini adalah:
1.    Apa yang menyebabkan sehingga anda sudah tidak lagi berbicara dengan dia ?
2.    Bagaimana reaksi anda ketika bertemu dengannya ?
3.    Kapan terakhir kali anda saling berkomunikasi dengan dia ?
4.    Diamanakah terakhir kali anda dan dia bertemu ?
Contoh kasus:
Konseli (wanita berusia 17 tahun)
“Saya tidak tahu dimana harus memulai pembicaraan ini. Percintaan saya dengan dia gagal total, ibu saya baru-baru ini meninggal dan saya menghadapi banyak sekali kesulitan”.
Pertanyaan:
Bagaimana anda (sebagai konselor) menggunakan dan memulai probing ?
Jawab:
Saya mengawali respon dengan respon paraphrase kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang diawali dengan kata “manakah ....?”
“Manakah diantara masalah tersebut yang menurut anda sangat membebani anda ?”

8.    Refleksi perasaan
Refleksi perasaan adalah suatu cara untuk menyatakan kembali perasaan yg telah disampikan konseli dengan kata-kata konselor sendiri secara singkat.
Contoh redaksi kalimat:
1.    Kelihatannya kamu sangat terpukul dengan kejadian tersebut,
2.    Dari pandangan saya, kamu benar-benar sangat kehilangan,
3.    Tampaknya kamu benar-benar sedih,
4.    Kamu merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu cintai.

9.    Konfrontasi
Konfrontasi adalah respon konselor yang menggambarkan adanya ketidaksesuaian atau pertentangan yang tekandung dalam pernyataan yang diungkapkan konseli.
Contoh kasus:
Konseli (siswi SMK 1 jurusan  akuntansi).
“Saya ingin menjadi yang terpandai di kelas, dan saya ingin merayakan kelulusan saya nanti dengan pesta yang meriah. Pesta sangat penting bagi saya dan selalu menjadi pemikiran saya, adakalanya mengganggu kegiatan belajar saya”.
Respon konfrontasi yang tepat adalah:
“Sepertinya perasaan anda tidak sesuai denga ucapan anda, saya melihat adanya perbedaan diantara keduanya.

10.  Penafsiran
Penafsiran adalah kegiatan konselor menafsirkan arti dan suatu keadaan/peristiwa yang terkandung dalam pernyataan konseli agar ia dapat melihat permaslahannya dengan cara baru.
Contoh kasus:
Konseli (wanita berumur 22 tahun)
“Semuanya membosankan, tidak ada hal yang baru, semua teman-teman saya telah pergi. Saya ingin mempunya sejumlah uang untuk melakukan seusatu yang berbeda”.
Bagaimana rumusan penafsiran yang cocok untuk pernyataan konseli tersebut ?
Jawab:
“Sepertinya anda mulai merasa bosan dengan cara hidup anda yang sekarang sehingga anda membutuhkan seusatu yang baru, buakankah seperti itu ?”